Tahun 2018 PBB Kota Batu Tak Capai Target, Ini Langkah yang Bakal Ditempuh

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

TUBANTIMES, MALANG – Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Batu tak capai target pada tahun 2018. Dari ketepatan PBB Kota Batu (buku I, II, III, IV, dan V) yakni Rp 23 Miliar hanya terealisasi Rp 17 miliar atau 76,9 persen. 

Ketetapan PBB yang diperoleh paling rendah yakni pada buku I dan II (nilai pajak di bawah Rp 500 ribu). Hal tersebut karena faktor beberapa permasalahan seperti pamong atau perangkat tidak diperbolehkan menarik PBB setelah pembagian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB.

“Sekarang gak boleh jadi barus langsung bayar sendiri ke Bank Jatim. Jadi pamong ataupun perangkat desa gak bisa ngontrol,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Selasa (12/2/2019). 

Karena itu pada tahun 2019 ini agar mencapai ketetapan Pemkot Batu merencanakan beberapa program. Yakni kepala desa atau lurah rutin ke masyarakat. Misalnya saat agenda tertentu bisa sambil mengingatkan kepada masyarakat untuk membayar pajak.  Lalu Pemkot Batu melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) akan menggelar pekan panutan bayar PBB. “Nanti di panutan bayar PBB, menunjukkan bahwa Wali Kota Batu dan Wakil Wali Kota Batu, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sudah bayar pajak agar segera diikuti oleh masyarakat,” ungkapnya. 

Ia menambahkan kemudian  BKD Kota Batu untuk melakukan pelayanan satu kecamatan satu mobil. Untuk mempermudah masyarakat membayar PBB. “Nanti setiap Minggu bisa di tempat umum. Seperti di Pasar atau Alun-Alun Kota Batu, jadi saat belanja di pasar sambil bayar,” ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Malang.

Dan adanya program reward bagi desa atau kelurahan agar termotivasi untuk mencapai Ketepatan PBB. Diketahui jangka waktu pembayaran PBB itu hingga bulan Juli mendatang. “Karena itu beberapa program dihadirkan untuk meningkatkan ketetapan PBB bakal segera dilakukan,” harapnya.

Sedang beberapa rincian ketetapan PBB yang terendah dan tertinggi di setiap kecamatan. Antara lain di Kecamatan Batu yang tertinggi di Kelurahan Songgokerto mencapai 77,4 persen. Lalu yang terendah Kelurahan Temas mencapai 68,9 persen. Untuk di Kecamatan Junrejo di Desa Torongrejo dengan presentase 83 persen. Dan terendah di Desa Beji mancapao 66 persen. Dan di Kecamatan Bumiaji tertinggi Desa Tulungrejo mencapai 74,9 persen. Dan terendah Desa Sumbergondo presentasenya 59 persen.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top