Kedai Kopi Menjamur, Sayang Tak Sajikan Kopi Asli Pasuruan

Brewer Indie Coffe Jombang, Andik, berbagi pengalaman menyeduh kopi.
Brewer Indie Coffe Jombang, Andik, berbagi pengalaman menyeduh kopi.

TUBANTIMES, PASURUAN – Sejumlah pemilik kedai dan cafe di kawasan Pandaan, Sukorejo dan Purwosari mengaku tidak menjual kopi produksi petani kopi Kabupaten Pasuruan. Mereka justru menemukan bahan baku tersebut ketika berburu kopi di luar Kabupaten Pasuruan.

Hal serupa juga terjadi pada sejumlah resto dan hotel yang tidak menyajikan menu kopi produksi petani Pasuruan. Mereka lebih memilih kopi instan atau kopi yang berasal dari luar pulau.

Yandra, seorang pemilik kedai kopi di Pandaan, mengaku tidak menyediakan kopi Pasuruan karena sulitnya mendapatkan bahan baku yang bercitarasa. Kopi kualitas super justru didapatkannya ketika ia berburu biji kopi di daerah lain.

“Kedai kopi kami tidak kebagian kopi super produksi petani Pasuruan. Kami seolah-olah tidak bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri karena tidak menyajikan kopi Pasuruan,” kata Yandra pada Pelatihan barista dan sensori, Cofferasi di Pandaan.

Menurutnya, bahan baku kopi yang tersedia di Kabupaten Pasuruan hanya berkualitas KW. Sehingga tidak cukup layak disajikan di kedai kopinya.

Edy Nurhadi, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan, tak menampik adanya keluhan dari para penyedia jasa kedai kopi yang kesulitan mendapatkan bahan baku. Pada beberapa tahun lalu, pihaknya juga telah memberikan himbauan agar penyedia jasa kuliner dari warung kopi, resto hingga perhotelan untuk menyajikan menu minuman kopi produksi petani Pasuruan.

“Kami menginginkan agar kedai-kedai kopi, cafe dan resto menyediakan kopi Pasuruan yang bercita rasa tinggi. Sehingga para penikmat kopi tidak perlu ngopi jauh-jauh keluar kota,” kata Edi.

Menurutnya, adanya keluhan ketidak tersedianya bahan baku kopi di Pasuruan akan menjadi bahan evaluasi atas misskomunikasi antara petani dan stake holder. Karena dari delapan kecamatan penghasil kopi, seharusnya bisa memenuhi kebutuhan bahan baku kedai-kedai kopi di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menyebut, dari kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan untuk mempertemukan petani kopi dan end user (pemilik kedai kopi). Sehingga persoalan ketersediaan pasokan bahan baku yang selama ini menjadi kendala, bisa teratasi.

Menurut Andri, peran pemerintah seharusnya dilakukan secara terpadu untuk mendongkrak perkopian dari hulu hingga hilir. Para petani harus diberikan pendampingan sejak pemilihan varietas unggul bibit kopi, perawatan tanaman dan paska panen. Setelah itu dibantu dalam pemasaran dan branding serta analisa usaha produk kopi petani.

“Dukungan infrastruktur, jalan usaha tani, unit pengolahan hasil (UPH) juga tidak bisa di kesampingkan,” kata Andri.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Pasuruan TIMES
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top