Warga Kepatihan Jombang Ancam Golput di Pemilu 2019

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

TUBANTIMES, JOMBANG – Warga Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, mengancam untuk tidak akan menyalurkan hak pilihnya di hari pemungutan suara Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April besok.

Ancaman golput tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi menyusul adanya laporan dari warganya yang kecewa karena lokasi tempat pemungutan suara (TPS) berbeda meski dalam satu kartu keluarga (KK).

Dijelaskan Erwin, ada puluhan laporan warga yang ia terima terkait daftar pemilih tetap (DPT) dalam satu KK yang dipisah di TPS berbeda. Hal tersebut diketahui setelah form model C-6 atau surat pemberitahuan pencoblosan diterima, pada Sabtu (14/4).

Contohnya, keluarga dari Chusnul Chuluq, warga RT 06 RW 02, mendapatkan TPS 03. Sedangkan istri dan anaknya terpisah di TPS 02, yang berjarak kurang lebih 200 meter.

"Banyak keluhan dari warga saya, ketika menerima C-6 ternyata dalam satu KK itu dipisah dua sampai tiga TPS yang berbeda," ungkap Erwin saat diwawancarai di Kantor Desa Kepatihan, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Jombang, Senin (15/4) siang.

Terpisahnya DPT dalam satu KK ini dikatakan Erwin mendapat ancaman warga. Warga Kepatihan mengancam akan golput di hari pemungutan suara besok.

Diketahui, ada 3676 daftar pemilih tetap (DPT) di Kepatihan, sekitar 20 orang telah melaporkan masalah tersebut kepada Pemerintah Desa Kepatihan. "Kemarin warga saya sepontan menyatakan tidak mau mencoblos karena dia dengan suaminya dengan anaknya dipisah dengan TPS yang berbeda dengan RW yang berbeda," terangnya.

Sementara, Ketua Panitia Pemungut Suara (PPS) Desa Kepatihan Farid ahmaludin mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah dilaporkannya ke KPU Kabupaten Jombang melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jombang.

Namun, laporan tersebut tidak ditanggapi oleh pihak KPU Kabupaten Jombang. "Dari KPU belum ada petunjuk. Kami sudah melaporkan kalau ada DPT yang mencar-mencar," pungkasnya.

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top