Era Teknologi, Bank Mulai Kurangi Pegawai Manusia

Talkshow SDM Perbankan di Era Milenial bersama para pimpinan bank anggota BMPD Malang di Gedung FEB UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Talkshow SDM Perbankan di Era Milenial bersama para pimpinan bank anggota BMPD Malang di Gedung FEB UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

TUBANTIMES, MALANG – Perubahan dunia atas disrupsi digital tidak dapat dihindari. Salah satu industri yang sudah mulai bergeser karena pesatnya perkembangan teknologi adalah industri keuangan.

Hal ini ditandai dengan maraknya berbagai fintech yang bermunculan beberapa tahun terakhir. 

Menurut Kepala Cabang United Overseas Bank (UOB) Malang Anie Kusuma, di era digital ini, perbankan memang harus berkolaborasi dengan fintech.

"Bank memang harus menggandeng atau berkolaborasi dengan fintech," ujarnya dalam gelaran Talkshow Sumberdaya Manusia Perbankan di Era Milenium di Aula Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Senin (15/4).

Nah, lantaran semuanya kini sudah menggunakan fintech, maka otomatis dampaknya adalah menyusutnya tenaga kerja di industri keuangan.

"Pengurangan tenaga kerja atau SDM di perbankan ini adalah juga yang merupakan secara signifikan berdampak kepada teman-teman kita di perbankan," ungkap Anie.

Perkembangan ini kini mulai terlihat di bank-bank seluruh Indonesia. 

Bahkan ada beberapa bank yang sudah tak lagi memakai pegawai manusia.

Namun, tentu ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. 

Kepala Bank Indonesia Azka Subhan menegaskan, SDM perbankan tetap dibutuhkan meski sudah ada teknologi.

"Meski ada teknologi, SDM perbankan tetap dibutuhkan seperti untuk service langsung, analisis penilaian karakter, dan kebutuhan nonteknologi lainnya," tukasnya.

Untuk itu, ke depan SDM harus mempersiapkan diri memasuki generasi ecommerce. 

SDM dituntut untuk tidak gaptek dan memiliki kemampuan sales. 

Hal ini karena semua bank yang kini sudah menggunakan teknologi telah terpusat di kantor pusat.

"Semakin ke depan karena semua proses di dunia perbankan sudah centralized maka yang lebih dibutuhkan untuk saat ini adalah sales," imbuh Anie.

Untuk itu, kemampuan berkomunikasi bagi generasi milenial yang akan terjun di dunia perbankan mutlak dibutuhkan.

Sementara itu, dengan tergesernya tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin ini, Kepala Kanwil BNI Malang Wiwi Suprihatna berpendapat bahwa di era milenium ini manusia harus menyiapkan competitive advantage atau keunggulan bersaing.

"Apa yang harus kalian siapkan? Kompetitif advantage dari diri kalian masing-masing. Apa itu? Bahasa, kemampuan  teknologi, dan lain-lain," ujarnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top