Wanita Muda Ini Terjerat Narkoba Lantaran Lingkungan Pekerjaan

Peserta asesmen terpadu saat menjalani serangkaian tes di kantor BNN, Kabupaten Malang (Foto : BNN Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Peserta asesmen terpadu saat menjalani serangkaian tes di kantor BNN, Kabupaten Malang (Foto : BNN Kabupaten Malang for MalangTIMES)

TUBANTIMES, MALANG – Faktor keluarga dan lingkungan, memang berperan penting akan peningkatan jumlah pengguna narkoba. Seperti yang dialami oleh MTA (inisial), warga Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Perempuan 23 tahun ini, terjerumus dalam penggunaan maupuan peredaran narkoba karena lingkungan. Akibat perbuatannya itu, dia harus berhadapan dengan aparat penegak hukum. 

MTA mengaku dia terjerus dalam dunia penyalahgunaan narkoba karena lingkungan kerja. “Saya terpaksa mengkonsumsi narkoba, karena terpengaruh lingkungan di tempat saya bekerja,” kata MTA saat dimintai keterangan oleh petugas Tim Asesmen Terpadu (TAT), Selasa (21/5/2019).

Di hadapan petugas, MTA yang diketahui bekerja sebagai seorang LC (Ladies Companion) di wilayah Kecamatan Kepanjen ini, mengaku mengenal narkoba jenis sabu, dari teman seprofesinya. “Awalnya hanya coba-coba karena ditawari teman, hingga akhirnya keterusan mengonsumsi sabu,” terang MTA.

Akibat perbuatannya dia berurusan dengan pihak kepolisian. Beberapa bulan lalu, MTA diringkus petugas Mapolres Malang, lantaran tertangkap tangan memiliki sabu.

Belakangan diketahui, lantaran diduga hanya menjadi pengguna. MTA kini masih harap-harap cemas bisa lepas dari jeruji penjara. Sebab, seorang LC ini menjalani serangkaian test TAT agar direkomendasi menjalani rehabilitasi akibat mengonsumsi narkoba.

Terpisah, Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin menuturkan, selain MTA. Dua pelaku yang kini ditahan Polres Malang, juga menjalani serangkaian tes TAT. Mereka adalah YDT warga Kecamatan Wagir, dan ABK warga Kecamatan Pagelaran.

Diperoleh keterangan, YDT yang diketahui bekerja sebagai sopir travel dan taksi online ini, juga sempat berurusan dengan polisi, karena kedapatan mengkonsumsi narkoba. Lantaran tuntutan pekerjaan, pria yang kini berusia 24 tahun itu, menjadi seorang pecandu narkoba jenis sabu.

Sama dengan YDT, pelaku atas nama ABK juga menjalani serangkaian test TAT di kantor BNN Kabupaten Malang, lantaran kecanduan narkoba. Pria yang kini berusia 32 tahun itu, terpaksa mengiyakan ajakan temannya untuk mengusir gundah dalam dirinya, dengan cara mengonsumsi sabu. Belakangan diketahui, ABK mulai mengkonsumsi narkoba, sejak ditinggal istrinya bekerja menjadi TKW di luar negeri.

“Tim TAT merupakan perpaduan dari 2 tim. Dimana tim pertama terdiri dari penyidik BNN, Polri, dan Jaksa yang bertugas menganalisis keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana dan hukum. Sedangkan satu tim lainnya, berlatar belakang dokter dan psikolog. Tim kedua ini bertugas untuk menganalisis tingkat kecanduan dan psikis pecandu narkoba,” sambung Agus kepada MalangTIMES.com.

Dalam agenda TAT yang berlangsung hari ini (Selasa 21/5/2019), sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang tercantum dalam Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Khususnya yang tertera dalam pasal 54 dan 127 serta Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 04 Tahun 2010, serta Peraturan Bersama dari 7 lembaga kementerian. Tentang penanganan pecandu/korban penyalahgunaan narkotika agar menjalani rehabilitasi.

“Hasil dari serangkaian tes TAT ini, memberikan rekomendasi terhadap ketiga peserta. Dimana rekomendasi tersebut dilampirkan dalam berkas perkara, sebagai salah satu pertimbangan bagi hakim untuk membuat ketetapan putusan pengadilan,” ujar Agus.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top