Antisipasi Pertumbuhan Anjal Jelang Lebaran, Dinsos dan Satpol PP Kota Malang Gelar Razia hingga Tengah Malam

Petugas Satpol dan Dinsos saat melakukan razia anjal dan gepeng (Dinsos Kota Malang)
Petugas Satpol dan Dinsos saat melakukan razia anjal dan gepeng (Dinsos Kota Malang)

TUBANTIMES, MALANG – Antisipasi membludaknya anak jalanan (anjal) maupun gelandangan pengemis (gepeng) menyerbu Kita Malang, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang, selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran, rutin menggelar operasi atau razia anjal maupun gepeng di wilayah Kota Malang.

Seperti razia yang dilakukan Dinsos Kota Malang bersama Satpol PP (17/5/2019). 

Dalam razia yang dilakukan Dinsos Kota Malang bersama Satpol PP, dimulai sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Razia tersebut mulai dilakukan dari kawasan Tren, kawasan Jalan Ijen, kemudian ke Kawasan Jalan Soekarno Hatta. 

Selanjutnya pertigaan Sabillah berlanjut ke Jalan Jaksa Agung Suprapto kemudian ke daerah Rampal hingga kembali ke Camp Assessment.

"Paling banyak di Sabillah. Kalau di Sabillah banyak yang sembunyi di pojokan pertigaan. Terus di dekat Jembatan Soekarno Hatta, mereka banyak yang sembunyi di jembatan," beber Pipih Triastuti, Sekretaris Dinsos Kota Malang (21/5/2019) ketika ditemui MalangTIMES di kantornya.

Dari razia hingga tengah malam tersebut, berhasil dijaring sebanyak 35 anjal maupun gepeng. 

Namun yang paling miris, adalah dari 35 orang yang terjaring tersebut kebanyakan adalah anak-anak.

"Ya banyak anak-anaknya, ya warga Kota Malang juga. Umurnya sekitaran kelas lima SD. Setelah terjang razia, mereka yang terjaring dibawa ke Camp Assessment di Buring, untuk menjalani pendataan dan pembinaan. Kebanyakan memang warga Malang," bebernya.

Lanjut Pipih, pihaknya sempat menanyai beberapa anak yang terjaring dalam razia mengenai hasil yang mereka dapat. 

Dari keterangan mereka, dalam beberapa jam saja mereka bisa mendapat minimal Rp 50 ribu, dalam sekali mengamen pada satu tempat.

"Lumayan banyak hasilnya. Pengakuan mereka yang katanya buat bayar sekolah, tapi ya biasa alasan seperti itu. Kalau tidak dirazia, mereka tidak ada efek jera, kami berharap mereka itu tidak kembali ke jalan," bebernya.

Dengan semakin dekatnya Idul Fitri, pihaknya juga akan kembali mengelar dua kali razia.

Hal ini tentunya dilakukan untuk menemukan anjal maupun gepeng yang berkeliaran di Kota Malang.

"Kembali lagi ya, moment lebaran kan memang biasanya banyak dimanfaatkan anjal maupun gepeng," jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat yang ingin memberikan sedekah, lebih baik tidak memberikan kepada mereka saat di jalan. 

Sebab hal tersebut justru akan membuat subur keberadaan anak jalanan maupun gepeng.

Dinsos mengimbau, jika masyarakat ingin bersedekah, memberikan bantuan, berbagi rezeki, diharapakan memberikannya ke lembaga terkait yang memang resmi dan sudah terdapat legalitasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top