Pengguna Galau, Huawei Beri Obat Penenang

Perang dagang AS-China terus bergulir. (Ist)
Perang dagang AS-China terus bergulir. (Ist)

TUBANTIMES, MALANG – Masyarakat pemilik telepon pintar Huawei masih galau dengan adanya blacklist alias daftar hitam yang dikeluarkan AS. Negara Paman Sam itu tidak lagi mengizinkan aplikasi Facebook, WhatsApp, dan Instagram tertanam dalam ponsel Huawei atau pre-instal.

Galaunya para pemilik Huawei tersebut sempat mewabah di berbagai media sosial (medsos). Mereka rata-rata khawatir ponselnya tidak lagi bisa mengakses tiga platform medsos paling terkenal di dunia saat ini tersebut.

Hal inilah yang membuat pihak Huawei Inggris melalui akun resminya @HuaweiMobileUK memberikan konfirmasi resmi atas kegalauan para konsumennya.  "Dear HUAWEI Community, we want to clarify the current situation on apps. 
For all devices that have been sold, are currently being sold or in stock, apps like Facebook, WhatsApp or Instagram can be used or downloaded as normal." ciut @HuaweiMobileUK.
"Dear komunitas Huawei, kami ingin mengklarifikasi situasi terkini soal aplikasi. Untuk semua perangkat yang telah dijual, sedang dalam penjualan atau stok, aplikasi semacam Facebook, WhatsApp dan Instagram bisa dipakai atau di-download secara normal." 

Penyataan resmi tersebut didukung juga oleh pihak Facebook. Seperti dilansir dari Reuters, Facebook mengatakan konsumen yang sudah memiliki ponsel Huawei tetap akan dapat menggunakan aplikasi dan menerima update. Tetapi, ponsel baru keluaran Huawei tidak dapat dipasang aplikasi Facebook, WhatsApp dan Instagram secara pre-instal. 

Pernyataan lain menyeruak dari pihak Google yang terkesan melakukan pembelaan terhadap perusahaan teknologi milik Ren Zhengfei ini. Dari beberapa lansiran, Google menyampaikan, ponsel Huawei, meski belum dibuat atau diluncurkan, tetap bisa memakai seluruh aplikasinya termasuk Play Store selama dilakukan dalam kurun waktu 90 hari sampai sekitar bulan Agustus.

Ini terlihat dari salah satu produk Huawei Mate 20 Pro yang beberapa waktu lalu sempat dicabut oleh Google dari daftar penerima program beta android Q. Namun kini Google mengembalikan nama Huawei Mate 20 Pro kembali ke dalam daftar. Pada halaman Android Developer, tertulis nama Mate 20 Pro beserta sejumlah ponsel Huawei lainnya.

Tindakan tersebut didasari dengan argumen bahwa apabila Huawei dilarang mempergunakan OS android, maka perusahaan asal China ini akan memakai android versi modifikasi atau hibrid yang akan lebih berbahaya bagi keamanan nasional AS. Maka, kata pihak Google, seperti dilansir Financial Times,  seharusnya pemerintah AS bisa memberikan teknologi kepada Huawei untuk menjaga keamanan nasional AS.

 "Huawei akan lebih berbahaya jika mereka terpaksa menggunakan android versi modifikasi atau hibrid. Sebab, versi ini rentan diretas oleh berbagai pihak mengingat pengguna teknologi China terdapat di seluruh dunia," ujar Google yang berharap OS android tetap bisa dipergunakan Huawei.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top