Ciptakan Wirausahawan Baru, Disnaker Pemkab Blitar Gelar Pelatihan Tata Boga

Pelatihan Tata Boga digelar Disnaker Kabupaten Blitar untuk menciptakan wirausahawan baru (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Pelatihan Tata Boga digelar Disnaker Kabupaten Blitar untuk menciptakan wirausahawan baru (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

TUBANTIMES, BLITAR – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan tata boga bagi masyarakat. 

Mereka dilatih berbagai macam olahan kuliner chinesse food, mulai aneka nasi goreng, mie kwetiau, koloke dan lainnya.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 5 hari, mulai 10-15 Juni 2019 di Local Education Center (LEC) Kecamatan Garum tersebut diikuti oleh puluhan peserta dan diutamakan bagi yang belum bekerja. Peserta dibagi dalam 3 kelompok.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Mereka dilatih agar menjadi wirausahawan baru,” ungkap Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Haris Susianto.

Dijelaskan, pelatihan ini menyasar masyarakat pencari kerja sebagai prioritas. Namun demikian, Disnakertrans sangat selektif. Warga yang benar-benar punya minat dan bakat dalam olahan kuliner diutamakan untuk masuk sebagai peserta.

Haris menambahkan, saat ini sedang marak kuliner, maka pada pelatihan tata boga ini lebih ditonjolkan pada menu kuliner. Mereka setelah 5 hari dididik, diharapkan bisa menjadi wirausahawan kuliner. Dalam kesempatan tersebut, para peserta dilatih memasak dari yang sederhana hingga yang istimewa. Disamping bisa memasak, mereka diharapkan bisa memanagement usaha yang baik.

“Kami berharap para peserta mengetahui kuliner yang sedang ngetren, sehingga mereka mampu mengambil peranan di bidang kuliner di daerahnya,” imbuh Haris.

Lebih dalam Haris menyampaikan, pelatihan tata boga ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pihaknya bersyukur, pelatihan semacam ini bisa digelar setiap tahun dan berlangsung sukses. Suksesnya pelatihan yang bersumber dari DBHCHT terlihat dari banyaknya alumni pelatihan yang kini sukses menjalankan usaha.

“Kesuksesan alumni pelatihan terbantu salah satunya dari pemasaran online. Sudah banyak alumni pelatihan yang sukses. Pasca pelatihan kami berikan pendampingan, kita intens sharing lewat WhatsApp,” tegasnya.

Pemateri pelatihan tata boga, Erna Zulaikah mengatakan hasil olahan dari peserta pelatihan juga tak kalah saing dengan kuliner di restoran. Di kesempatan ini pihaknya juga memberikan motivasi kepada peserta untuk tidak ragu memasarkan produknya, salah satunya melalui pemasaran online.

“Kuliner yang kita latihkan ini sangat berpotensi untuk dibisniskan. Saya bilang ke peserta, jualan chinesse food tidak pelu mahal. Kali ini kita ajarkan membuat chinesse food tidak pelu mahal, simple dan diminati konsumen,” pungkasnya.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tubantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tubantimes.com | marketing[at]tubantimes.com
Top