Spanduk penolakan kembali beroperasinya karaoke Maxi Brilian
Spanduk penolakan kembali beroperasinya karaoke Maxi Brilian

Polemik pro-kontra dibukanya kembali karaoke Maxi Brilian di Kota Blitar terus belanjut. Warga sekitar bersama Ansor dan Banser menolak dibukanya rumah karaoke terbesar di Kota Blitar itu.

Ketua Ansor Kota Blitar, Hartono mengatakan Ansor dan Banser Kota Blitar secara tegas tetap meminta Pemerintah Kota Blitar untuk tegas dalam penutupan tempat karaoke di Kota Blitar.

“Kami tetap meminta dilakukan penutupan tempat karaoke sejak awal karena lebih banyak mudlorotnya dibanding manfaatnya. Jika beroperasi kembali karaoke ini bisa merusak akhlak generasi muda Kota Blitar. Selain itu, lokasi tempat karaoke berada di tengah pemukiman warga sehingga selama ini dinilai mengganggu warga sekitar,” ungkap Hartono.

Ansor lanjut Hartono, secara tegas meminta Pemerintah Kota Blitar melanjutkan banding terkait proses PTUN. 

“Jika Maxi Brillian tetap beroperasi atau kembali buka, maka Ansor dan Banser Kota Blitar kembali mendatangi pemkot untuk meminta penutupan tempat karaoke Maxi Brillian,” tandasnya.

Sebelumnya, lelaki inisial AM, satu di antara warga RT 02 RW 06 Kelurahan Kauman mengatakan warga RT 02 RW 06 Kelurahan Kauman mengaku resah dengan rencana kembali bukanya tempat karaoke Maxi Brillian. Sehingga warga setempat memasang spanduk penolakan sejak Jum’at (15/11/2019)  kemarin.

Pantauan awak media, ada 2 spanduk ukuran besar yg di pasang di jalan masuk menuju lokasi Maxi Brillian. Sementara 1 spanduk lainnya ada di sisi Jalan Pandan.

“Warga menolak rencana dibukanya kembali tempat karaoke Maxi Brillian karena tempat karaoke itu sering beroperasi hingga dini hari, sehingga menganggu masyarakat sekitar,” tandasnya.(*)