Bupati Tulungagung Maryoto Birowo / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Menyikapi banyaknya keresahan sekolah yang didatangi oknum wartawan lantaran mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2019, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo memberikan saran agar sekolah menerima wartawan dengan baik. Bahkan, Maryoto minta agar sekolah melayani kedatangan oknum wartawan dan minta saran agar pelaksanaan pembangunan di sekolah bisa berjalan lancar.

"Menerima wartawan baik, ditanya tujuannya apa," ujar Maryoto.

Dirinya mengaku jika banyak kepala sekolah yang mengadu dengan adanya oknum wartawan yang datang baik dari SD dan SMP penerima DAK.

"Saya beri petunjuk, pokoknya kita memberi penjelasan dengan santun maka tingkat emosional lain," tandasnya.

Maryoto belum memberikan arahan agar pihak kepala sekolah lapor polisi, alasannya hingga kini belum ada aduan resmi dari sekolah.

"Kami belum ada pengaduan resmi, saya hanya menyampaikan wartawan itu teman kita mbok menyampaikan info, mari kita terima dengan baik dan beri penjelasan dengan baik," terangnya.

Sebelumnya, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menegaskan telah memerintahkan jajaran Polsek untuk melakukan pendataan. Para Kapolsek sudah mendatangi sekolah dan meminta agar pihak sekolah membuat laporan resmi.

"Para Kapolsek sudah langsung mendatangi sekolah dan jika merasa di peras silakan lapor dan akan kita tangani," kata AKBP Eva Guna Pandia, Senin (18/11) setelah prosesi tumpengan HUT Tulungagung ke 814 Di Pendopo.

Meski sudah didatangi, menurut EG Pandia para kepala sekolah belum ada yang laporan secara resmi dan masih sebatas memberikan informasi. "Selama ini (pihak sekolah) belum ada laporan, jadi tidak belum bisa kita proses," tambahnya.

Kapolres menyayangkan adanya kejadian upaya pemerasan yang dapat mengganggu pekerjaan dari dana yang diberikan pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) itu.

"Seharusnya, semua kegiatan bisa berlangsung dapat berjalan dan anggaran dapat di gunakan sebagai mana mestinya," jelasnya.

Untuk menindaklanjuti adanya keresahan yang terjadi, Polres Tulungagung menurut EG Pandia telah membuka layanan pengaduan masyarakat atau Dumas, jika pihak kepala sekolah merasa menjadi korban Pemerasaan diminta agar menggunakan layanan tersebut untuk segera ditindaklanjuti.

"Aduan sudah ada nomor pengaduan masyarakat Yang disediakan Polres, dari aduan juga bisa kita tindak lanjuti, tapi selama ini (terkait pemerasan sekolah) pengadu masih belum mau mempermasalahkan pemerasan ini," terangnya.

Namun, meski belum ada yang mau mempermasalahkan pihak kepolisian melalui Polsek masing-masing telah mendatangi sekolah penerima DAK untuk klarifikasi.

"Sekolah sudah kita klarifikasi, beberapa nama yang diduga oknum wartawan juga mungkin akan diklarifikasi oleh Polsek," tegasnya.

Adanya beberapa nama yang sudah mengisi absensi di sekolah juga sudah ditangan pihak polisi, namun masih ditangan Kapolsek.  "Nama-Nama belum (di setor) ke kita, masih di Polsek," pungkasnya.