Rumah yang rusak saat angin kencang di Kecamatan Bumiaji, Minggu (17/11/2019). (Foto: istimewa)
Rumah yang rusak saat angin kencang di Kecamatan Bumiaji, Minggu (17/11/2019). (Foto: istimewa)

Untuk ke dua kalinya bencana angin kencang melanda Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Amgkn kencang bercampur debu itu melanda tiga desa yakni Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo dan Desa Sumber Brantas. Namun kejadian ke dua ini tidak separah satu bulan yang lalu.

Meskipun demikian meninggalkan kerugian pasca pemulihan. Kerugian yang melanda desa tersebut yakni 53 unit rumah mengalami rusak, diantaranya 46 rusak ringan pada Minggu (17/11/2019).

“Rusak ringan seperti atap berterbangan. Lalu ada juga yang rusak sedang, untungnya tidak ada yang parah,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Ia menambahkan, angin kencang itu juga merobohkan dua pohon. Dan membuat dua wisata ditutup.

“Saat terjadinya bencana dua tempat wisata yang ditutup itu meliputi Pemandian Air Panas Cangar dan Coban Talun,” tambahnya. 

Kemudian juga aliran listrik juga sempat terputus. Hingga saat ini Pemkot Batu juga memberikan pelayanan kesehatan kepada 42 orang.

Menurutnya saat terjadinya angin kencang di tiga desa itu mencapai 25-30 kilometer per jam. “Namun hingga sore hari kondisi di sana sudah mulai kondusif hingga malam hari mencapai 10-15 kilometer per jam,” imbuh Rochim.

Saat terjadinya bencana itu, warga secara mandiri mengungsi di Balai Desa Tulungrejo yang memang sudah disiapkan oleh tim. Tercatat ada 270 orang yang mengungsi hingga malam hari mereka akhirnya dipulangkan karena kondisi yang kondusif.

“Selanjutnya kita melakukan penanganan untuk yang mengalami kerusakan,” tutup Rochim.