Proses Rukyah siswa kesurupan massal di SMPN 1 Perak, Jombang. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)
Proses Rukyah siswa kesurupan massal di SMPN 1 Perak, Jombang. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)

Puluhan siswa SMPN 1 Perak, Jombang dirukyah karena mengalami kesurupan. Metode rukyah yang digunakan untuk mengobati kesurupan masal ini, memanfaatkan air minum kemasan sebagai medianya.

Kegiatan rukyah ini dilakukan SMPN 1 Perak dengan mendatangkan praktisi dari Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang.

Kegiatan rukyah ini dilakukan karena sebelumnya ada 56 siswa SMPN 1 Perak mengalami kesurupan masal. Insiden kesurupan masal ini dialami oleh 53 siswa dari kelas 7, kelas 8 dan kelas 9, sejak Rabu (14/11) kemarin. 

"Kesurupan masal ini sudah sejak hari Rabu, dan hari ini adalah kegiatan penyembuhan dalam rangka anak-anak yang kesurupan ini kita rukyah. Kita hadirkan jamaah rukyah dari Jombang. Semoga anak-anak bisa segera sembuh," kata Kepala SMPN 1 Perak Kiswari saat diwawancarai di lokasi rukyah, Selasa (19/11).

Dijelaskan Kiswari, alasan sekolah melakukan rukyah untuk mengobati puluhan siswanya yang kesurupan itu, berkat masukan dari sejumlah wali murid. Selain rukyah, pihak sekolah juga sudah mencoba mendatangkan praktisi spiritual sebelumnya. Metode pengobatan rukyah ini diharapkan bisa membantu menyembuhkan siswa dari kesurupan masal.

"Semua metode kita gunakan. Ini adalah masukan dari beberapa teman, termasuk usulan dari wali murid untuk menggunakan metode rukyah. Maka kami mencoba hari ini kita putuskan menggunakan metode rukyah dari jamaah rukyah dari Jombang," ujarnya.

Sebanyak 53 siswa yang pernah kesurupan dikumpulkan di aula SMPN 1 Perak. Mereka dibekali air minum kemasan oleh para praktisi dari Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Pondok Pesantren Sunan Kalijaga. Proses rukyah ini diawali dengan berdoa bersama siswa dan para guru, yang dipimpin oleh praktisi rukyah.

Salah satu praktisi Jam'iyyah Ruqyah Aswaja Tamam Fauzi menuturkan, rukyah yang dilakukannya menggunakan cara standar. Ia menggunakan media air mineral yang dicampur dengan ramuan khusus berupa serbuk daun bidara, untuk diminum oleh para pasien.

Sebelum diminum, air mineral yang sudah dicampur dengan ramuan khusus itu terlebih dahulu dibacakan doa dengan membaca surat Al-Ikhlas hingga ayat kursi. "Penanganannya kita gunakan rukyah standar, kita obati siswa-siswa yang kesurupan saja sekitar 56 siswa. Kita ada teori serbuk daun bidara terus kita bikin air asma," ujarnya.

Dijelaskan Tamam, kesurupan ini terjadi karena ada sejumlah siswa yang pernah ikut kesenian jaranan. Saat di sekolah, siswa-siswa itu iseng mengerjai temannya sehingga terjadi kesurupan masal.

Untuk itu, ia bersama praktisi lainnya juga melakukan netralisir terhadap hal-hal gaib yang dirasa mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. "Anak-anak ini sudah sembuh. Nanti yang pernah ikut jaranan kita tangani di rumah, terus kita bersihan dia yang punya isian-isian gaib," pungkasnya.(*)