Ilustrasi.(Foto : National Geograpic)
Ilustrasi.(Foto : National Geograpic)

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membentuk tim khusus untuk menangani bencana kekeringan di wilayah Kota Blitar. Ini setelah bencana kekeringan kian meluas akibat belum berakhirnya musim kemarau.

Saat ini total ada 5 kelurahan di Kota Blitar yang mengalami kekeringan. Jika sebelumnya hanya kelurahan Ngadirejo dan Sentul yang mengalami kekurangan air bersih, kekeringan kini merambah ke Kelurahan Pakunden, Tanggung dan Gedog.

Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan, berdasarkan laporan masuk saat ini kelurahan yang mengalami kekeringan semakin bertambah. Kini total ada lima kelurahan yang terdampak kemarau panjang.

“Jika dirinci, ada sekitar 100 kepala keluarga yang sumurnya kering. Menanggapi hal tersebut, setiap hari kami terus berupaya mensuplay air bersih di kelurahan tersebut,” ungkap Hakim Sisworo.

Dikatakannya, pemkot memberikan bantuan air bersih sesuai dengan yang diminta oleh warga. Rata-rata dalam satu hari Bakesbangpol dan PDP mendroping air bersih sebanyak 3 tangki air dengan masing-masing tangki berkapasitas 5000 liter.

“Kami telah membentuk tim khusus untuk menangani kekeringan di sejumlah kelurahan di Kota Blitar. Tim ini terdiri dari OPD dan beberapa pihak terkait lingkup Pemerintah Kota Blitar,” paparnya.

Sebelumnya, minggu lalu Pemerintah Kota telah melakukan droping air di Kelurahan Ngadirejo dan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul. Hari ini Selasa (17/11/2019), Pemerintah Kota Blitar melalui Bakesbangpol dan PBD kembali melakukan dropping air ke tiga kelurahan yakni Pakunden, Tanggung dan Gedog.(*)