UAS kembali menjadi pembicaraan panas di medsos. (Ist)
UAS kembali menjadi pembicaraan panas di medsos. (Ist)

Ustad Abdul Somad (UAS) kembali menjadi pembicaraan panas di media sosial (medsos) setelah dirinya memberikan tausiah atau ceramah di kantor KPK atas undangan sekelompok pegawai yang mengatasnamakan BAIK (Badan Amal Islam), Selasa (19/11/2019) lalu.

Buntut ceramah UAS adalah pemanggilan pegawai KPK yang mengundangnya oleh pimpinan lembaga antirasuah itu. Pasalnya, undangan tersebut tanpa izin resmi pimpinan KPK. "Ya itu nanti kepada pegawainya, kami periksa," ucap Ketua KPK Agus Rahardjo, Rabu (20/11/2019) kemarin.

Pernyataan Agus inilah yang akhirnya berbuntut panjang juga di medsos. Warganet ramai memperbincangkan hal itu serta terpecah tajam dan menjadi dua kubu berseberangan melihat KPK. 

Akun @s4ng_pn4kLuk, misalnya, memberikan kritiknya kepada KPK terkait persoalan itu. "Hanya terjadi +62 sekelas @KPK_RI mempermasalah kan penceramah di Masjidnya !! Sambil (minum kopi) pagi, mungkin ada yang tahu jawabannya?" cuitnya, Kamis (21/11/2019).

Senada @musniumar pun menyampaikan perihal tak setujunya pimpinan KPK melalui ketuanya yang malah mempersoalkan adanya tausiah UAS. "Yth Mas Agus Raharjo dan Pimpinan KPK. Sblm berakhir ms bakti di KPK sebaiknya tuntaskan kss bsr dugaan korupsi  RS SW, Tanah DKI dibeli kembali Pemprov DKi, kss BMW, kss Trans Jkt dan kasus besar lainnya, ketimbang urus Abdul Somad yg beri Tausiah di KPK," tegasnya.

Pun dengan akun @ArifinBlues1. "Oh skrg urusan remeh temeh pegawai undang ustad, yg mana lebih banyak maslahatnya dr pd mudharatnya, jd penting bgt ya buat kpk? Saran gw sih, tangkepin aja koruptor2 besar! Ada nyali?!" tulisnya.

Berbagai komentar warganet itu pun membuat Agus menyampaikan bahwa pemanggilan pegawainya, selain tanpa izin mengundang UAS, juga didasarkan pada keberpihakan UAS pada Pemilu 2019.
"Jadi, bukan secara keilmuan Somad sebagai ustad. Lebih pada pernah adanya kontroversi ya mengenai beliau. Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," tegas Agus.

Pernyataan Agus dieksplisitkan oleh politisi PSI Mohamad Guntur Romli melalui akun @GunRomli. "Yg saya dengar: Abdul Somad diundang & dipake unt Politik Perlawanan oleh suatu kelompok oknum pegawai KPK yg diduga & sering disebut2: "Taliban di KPK" smpe mrk melawan pimpinan di KPK," cuitnya.

Di sisi lain, adanya pemanggilan pegawai KPK oleh ketuanya gegara mengundang UAS membuat Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah memprotes keras tindakan itu. Bahkan, Fahri menegaskan Agus akan jadi musuhnya.
"Kalau Ustaz Abdul Somad anda anggap radikal, saya ini lebih radikal akhirnya anda jadi musuh saya, " ucapnya dengan nada bicara yang meninggi.

Warganet lain yang mendukung UAS pun berteriak dengan banyaknya antipati yang diarahkan kepadanya. Misalnya, @BagusPe00827600. "Ustad Somad latar pendidikan agamanya jelas,  ilmunya terbukti, tausiahnya juga bermanfaat.. tiba2 ada cebong teriak2 radikal radikal.. kalo emang benci sama Islam jangan jelek2in Islam bong, tabuh aja genderang perangnya insyaAllah kami SIAP," tegasnya.

@SugiantoArsil juga menyatakan, "Umur saya memang baru 32 th, tapi selama 32 th saya hidup, baru di rezim ini sekelas Ustadz Abdul #Somad menjadi bahan ejekan, di tuduh macam macam..!! Hallo dia itu ulama, latar pendidikannya jelas.!! Kalian yang menghina pernah menuntut ilmu sejauh mana.???" ujarnya.