Sejumlah siswa SD di Jombang tampak mulai mengenakan seragam nasional. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)
Sejumlah siswa SD di Jombang tampak mulai mengenakan seragam nasional. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)

Seragam gratis untuk siswa SD dan SMP sederajat di Jombang dibagikan terlambat dari tahun ajaran baru. Kondisi ini memaksa orang tua siswa memilih untuk membeli seragam sekolah sendiri agar anak-anaknya terlihat berseragam.

Salah seorang wali murid sekolah dasar di Kecamatan Tembelang, Jombang BD (34) menuturkan, sudah 6 bulan ini dirinya belum menerima seragam gratis dari program pemerintah tersebut. Ia terpaksa membeli pakaian sekolah di toko agar anaknya terlihat berseragam.

Seragam yang telah ia beli terdiri dari seragam nasional berupa seragam merah-putih dan seragam pramuka. "Dari pada menunggu lama dan janji- janji tidak pasti, kasihan anaknya kan. Semuanya pakek seragam, ya jadi kita belikan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (20/11).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini mengaku kecewa dengan lambatnya realisasi seragam gratis itu. Ia merasa program seragam gratis itu tidak membawa manfaat, melainkan membebani masyarakat. "Ya saya merasa dikecewakan. Kalau tidak bisa merealisasikan seharusnya ndak usah janji," tandasnya.

Keterlambatan seragam gratis juga terjadi di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Jombang. Seragam gratis itu baru diterima para wali murid pada Selasa (19/11) kemarin. Terhitung sudah 6 bulan keterlambatan sejak awal ajaran baru.

"Molornya seragam sudah hampir 6 bulan ini. Yang pertama itu pramuka dulu dibagikan, jarak 4 bulan baru seragam nasional ini dibagikan," kata TN, salah seorang wali murid di madrasah tersebut.

Ia juga mengaku kecewa dengan lambatnya seragam gratis dari pemerintah itu. Dirinya mengira seragam gratis diberikan saat musim ajaran baru dimulai.

Karena ada keterlambatan seragam gratis itu, ibu tiga anak ini memutuskan untuk membeli sendiri seragam untuk anaknya. Ia takut anaknya minder karena beberapa temannya sudah banyak yang memakai seragam.

"Saya kira anak masuk itu langsung dapat seragam. Jadi saya nunggu 2 bulan tidak pakek seragam, karena teman-temannya pakai seragam anak saya minder. Terus anak saya minta, ya saya belikan," ungkapnya.

Seragam gratis untuk siswa SD dan SMP sederajat ini merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Jombang yang dibiayai dari APBD TA 2019 sebesar Rp 30 miliar. Pada program tersebut, sebanyak 24 ribu siswa baru pada jenjang SD dan SMP sederajat di Jombang akan menerima bantuan berupa seragam nasional, pramuka dan olahraga.(*)