Suasana pembekalan DLH Kota Malang terhadap sekolah yang mengikuti Adiwiyata (DLH for MalangTIMES)
Suasana pembekalan DLH Kota Malang terhadap sekolah yang mengikuti Adiwiyata (DLH for MalangTIMES)

Membina sekolah yang mengikuti Adiwiyata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengakui membutuhkan waktu. 

Karena sekolah yang mengikuti kegiatan yang memperoleh penghargaan terhadap kepedulian lingkungan tersebut butuh inovasi agar mendapatkan nilai yang bagus.

Tidak mudah untuk memunculkan inovasi di sekolah, tapi hal itu yang terus dilakukan oleh DLH Kota Malang agar sekolah yang mengikuti Adiwiyata baik nasional maupun mandiri bisa lolos ke babak berikutnya setelah lolos penilaian dokumen.

Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Malang, Galuh Nawang R. ST, MT mengatakan bahwa pembinaan yang dilakukan untuk sekolah-sekolah tersebut berbeda.

"Setiap kami ke lokasi sekolah itu berbeda-beda cara pembinaannya, lalu kami kasih saran, apa yang harus dipenuhi, karena tidak semua tidak bisa instan ya, jadi butuh waktu juga," ujar Galuh kepada MalangTIMES.

Lebih lanjut, Galuh mengaku bahwa saat ini sekolah-sekolah yang DLH bina kurang memanfaatkan potensi sekolah untuk dijadikan inovasi, sehingga tumpulnya inovasi yang diharapkan bisa menjadi nilai plus.

"Kurang kreatifitasnya mereka memanfaatkan lingkungan tersebut, padahal ada banyak hal yang bisa membuat lingkungan menjadi lebih baik," katanya. 

"Lalu mereka tidak memahami betul di dalamnya adiwiyata itu apa, yang di dalam pikiran nya pasti lomba, padahal kan bukan," imbuhnya.

Dengan lolosnya 20 sekolah yang mengikuti Adiwiyata Nasional maupun Mandiri, DLH Kota Malang berharap agar semua bisa mendapatkan penghargaan agar 'Bhumi Arema' mendapatkan banyak prestasi.