Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Admara Syarifudin saat pers rilis
Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Admara Syarifudin saat pers rilis

Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil membongkar 570 buah kosmetik kecantikan merek ‘Giora’ yang diduga palsu dan sudah beredar di masyarakat. 

Bongkar kasus ini berawal dari laporan masyarakat di wilayah Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Dijelaskan oleh Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifudin SH. SIK. MH, kosmetik palsu berjumlah 570 botol tersebut tidak memiliki ijin edar dari BPOM.

Sementara pelaku yang berhasil diamankan ada 2, yaitu GVR (26) asal Kecamatan Muncar dan VDP (28) asal Kecamatan Cluring. Kedua pelaku wanita ini langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka diamankan dari rumah kontrakan GVR di wilayah Cluring. Dengan sangkaan telah mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik tanpa ijin,” beber pamen yang sebelumnya sebagai Wadirreskrimsus Polda Jatim ini saat pers rilis pada Selasa (3/12/19) di Mapolresta Banyuwangi.

Beberapa Barang Bukti (BB) kosmetik kecantikan merek ‘Giora’ itu diantaranya berupa lotion day, lotion night, skin toner, facial cleanser, dan body cream. Kosmetik tersebut diedarkan oleh pelaku sudah kurang lebih 3 bulan melalui akun Instagramnya.

“Cara penjualannya menggunakan Instagram. Dengan nama IG, industri kosmetik. Dari pengakuan yang bersangkutan kurang lebih sudah 3 bulan beroperasi,” beber AKBP Arman Asmara S, yang pernah menjadi orang nomor satu di Polres Probolinggo ini.

Hasil penyelidikan, kosmetik kecantikan yang tidak dilengkapi ijin edar tersebut, kata AKBP Arman, telah beredar ke beberapa tempat di Jawa Timur, seperti Madura dan Surabaya.

Menurut Arman, Satreskrim akan melakukan pengembangan, agar bisa mengetahui apakah kosmetik tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kulit.

“Kita juga akan menyelidiki apakah mengandung unsur merkuri ataukah bisa menyebabkan kesakitan kepada orang,” imbuhnya.

Sebagai konsekwensinya, kedua pelaku dijerat pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda 1,5 miliar. "Kedua pelaku sudah kita amankan di Mapolresta," pungkasnya.