Kim Jong Un - Pemimpin Korea Utara (Foto: Istimewa)
Kim Jong Un - Pemimpin Korea Utara (Foto: Istimewa)

Pemerintah Korea Utara kembali mengeksekusi salah satu pejabatnya. Kebijakan tembak mati itu dilakukan dengan dalih pejabat melanggar aturan karena kabur dari tempat karantina virus corona.

Pejabat tersebut diketahui baru pulang dari China. Dia nekat kabur dari tempat karantina virus corona karena ingin pergi ke tempat pemandian umum.

Dilansir dari New York Post , pejabat yang ditembak mati tersebut langsung dimasukkan ke dalam ruang isolasi setelah yang bersangkutan pulang dari China. Karantina dilakukan karena pemerintah setempat khawatir pejabat tersebut telah terpapar virus corona. 

Saat kabur, pejabat tersebut langsung ditangkap oleh petugas dan ditembak mati untuk menghindari penyebaran wabah virus corona.

Secara tegas Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah menyatakan akan mengeksekusi siapa saja yang kabur meninggalkan tempat karantina virus corona. Walaupun, sampai saat ini masih belum terdeteksi virus corona masuk ke Korea Utara.

Dalam usaha untuk mencegah persebaran virus corona masuk negaranya, Korea Utara hampir melakukan penutupan akses jalan perbatasan antara Korea Utara dengan China. Tindakan serupa sempat dilakukan oleh Pemerintah Korea Utara pada saat terjadi persebaran SARS di tahun 2002, yang persebarannya dimulai dari China.

Dalam keterangan WHO, sampai saat ini mereka belum menerima laporan mengenai virus corona di wilayah Korea Utara. Namun, beberapa media yang berada di Korea Selatan mengabarkan ada kemungkinan banyak kematian yang ditimbulkan oleh virus corona di wilayah Korea Utara.

Dilansir dari kumparan, hingga Sabtu (15/2/2020) angka kematian akibat virus corona di daratan China sudah mencapai 1.523 jiwa. Sementara itu, total pasien yang terinfeksi di seluruh dunia mencapai 67.079 jiwa.