Gubernur Jatim Khofifah saat menyambut para mahasiswa
Gubernur Jatim Khofifah saat menyambut para mahasiswa

Sebanyak 65 mahasiswa Jawa Timur yang dipulangkan dari Wuhan, China, telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.

Sebelum terbang ke Jakarta dan kembali ke daerah masing-masing, mereka dibekali Surat Keterangan Sehat dari Dokter Spesialis Paru dan Penyakit Dalam yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan RI di Natuna.

Artinya, mereka semua dalam keadaan sehat wal afiat, bebas dari penyakit akibat virus Corona atau COVID-19 berdasarkan standar pemeriksaan Internasional dari WHO.

Dari total 65 orang tersebut, 60 orang langsung kembali ke Jatim, 4 orang langsung dijemput keluarganya di Jakarta, dan satu orang akan balik ke Banyuwangi, pukul 10.00 (16/2) hari ini.

Mereka tiba di Bandara Juanda, Sabtu (15/2), sekitar pukul 22.10 WIB setelah diterbangkan melalui Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta terlebih dahulu. 

Ke-60 mahasiswa tersebut disambut langsung kedatangannya oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajarannya di VIP Room Juanda, Sidoarjo.

Tak hanya Gubernur Khofifah yang menyambut kehadiran mahasiswa-mahasiswa tersebut, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kepala OPD Pemprov Jatim dan para keluarga pun hadir menjemput mereka. 

Gubernur memberikan kehormatan bagi para mahasiswa dan keluarga menggunakan dan melalui VIP Room Terminal I milik Pemprov Jatim di Juanda.

“Alhamdulillah setelah proses observasi 14 hari, mereka sehat semua kembali malam ini. Kami ingin memastikan mereka semua baik-baik saja dan sehat. Dan kita bisa melihat ada suasana haru, bahagia dan ceria,” ujar orang nomor satu di Jatim.

Pada kesempatan itu, Khofifah meminta kepada seluruh masyarakat Jatim untuk tidak khawatir dengan kedatangan mahasiswa-mahasiswa tersebut. Karena mereka sudah dinyatakan sehat dan membawa surat keterangan sehat dari Kemenkes setelah melalui masa karantina selama 14 hari. 

“Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat Jawa Timur. Bahwa mereka ini selesai observasi, mereka ini sudah selesai mengikuti sesuai dengan masa inkubasi dua kali. Dan mereka sudah dinyatakan tidak terindikasi, sudah punya keterangan sehat dari Kemenkes,” tegas mantan Mensos di era Presiden Jokowi.

Menurutnya, proses sosialisasi dan interaksi warga masyarakat dan warga kampus jangan ada perubahan. Interaksi harus terus dilakukan seperti sebelum-sebelumnya.

“Maka sosialisasi dan interaksi diantara warga masyarakat dan warga kampus, saya mohon jangan ada perbedaan, jangan ada perubahan,” pintanya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga mengapresiasi pengambilan keputusan pemerintah untuk evakuasi WNI kembali ke tanah air dilakukan sangat cepat. Koordinasi antara seluruh elemen strategis di pemerintah pusat hingga diputuskan dilakukan observasi di Natuna juga berlangsung dengan cepat dan sangat baik.

Untuk menambah suasana yang hangat dan akrab, Gubernur Khofifah menyiapkan durian untuk para mahasiswa yang datang beserta keluarganya.

Terkait pencegahan virus corona, gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, Pemprov Jatim menyiapkan tiga rumah sakit. Diantaranya Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya, Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, dan Rumah Sakit Soedono Madiun. Ketiga rumah sakit ini memiliki ruang isolasi.