Pemkab Blitar rapat melalui teleconference membahas perkembangan Covid-19.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Pemkab Blitar rapat melalui teleconference membahas perkembangan Covid-19.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Bupati Blitar Rijanto bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat di Kabupaten Blitar menggelar rapat melalui teleconference. Mereka membahas perkembangan virus corona (covid-19) di Kabupaten Blitar, Senin (30/3/2020). 

Dalam kesempatan tersebut, bupati memastikan kesiapsiagaan setiap OPD dan wilayah kecamatan dalam menangani covid-19 di wilayah masing-masing.

Dalam rapat tersebut, fokus yang dibahas di antaranya kesiapan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan maupun membahas penanganan penyebaran virus corona.

Selain itu, bupati memantau ketersediaan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk tim medis, pergeseran alokasi dana desa untuk penanganan covid-19, pembayaran pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) dan pajak daerah lainnya. Juga distribusi telor ayam ke luar daerah dan  kesiapan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebagai rumah sakit rujukan pasien corona.

"Jadi, fokus kami kali ini selain memantau perkembangan penyebaran virus covid-19 dan sektor-sektor yang terdampak,  juga menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kemendes Nomor 8 Tahun 2020. Kami diminta membuat surat juga kepada para camat dan kepala desa untuk segera menindaklanjuti hal itu. Tentunya hal semacam ini di lapangan pasti ada kendala masalah teknis. Oleh karena itu, ini kita dorong agar para camat menguasai maksud dan tujuan Kemendes ini dan berkonsultasi dengan inspektorat. Jangan sampai apa yang dimaksudkan oleh pusat maupun provinsi dan daerah ini di lapangan terjadi kendala-kendala,"
jelas bupati usai menggelar teleconference.  

Bupati berharap, adanya teleconference bisa dijadikan motivasi dan dorongan bagi setiap OPD untuk lebih serius memutus mata rantai corona di wilayah Kabupaten Blitar. Mengingat Pemkab Blitar telah menaikkan status siaga corona menjadi tanggap darurat non-alam.

"Dalam menyikapi penyebaran virus Covid-19 ini, tentunya kami mengurangi gerakan, mengurangi mobilitas dengan kerja yang efektif, efisien, tepat sasaran lewat teleconference. Tentunya ini harus kami sisir. Yang jelas fokusnya adalah untuk mengatasi mata rantai penyebaran wabah virus corona ini," jelas bupati.

Rijanto  juga menambahkan bahwasanya Pemkab Blitar juga menyiapkan pergeseran alokasi dana OPD kepada masyarakat yang terdampak akibat penyebaran virus covid-19. Untuk itu, bupati mengimbau pada seluruh lapisan masyarakat agar bersinergi bersama lintas sektor mencegah dan mengeliminasi penyebaran virus corona di setiap masing-masing wilayah.

"Sementara ini dana yang digunakan untuk rumah sakit maupun Dinas Kesehatan hampir Rp 9 miliar. Sedangkan untuk OPD yang lain untuk pengaman jaringan sosial yang berdampak langsung penyebaran virus covid 19 ini, seperti pelaku-pelaku UMKM dan pedagang kaki lima, masih terkumpul sekitar Rp 840 juta. Dan ini masih kami sisir lagi," tukasnya.(Adv/Kmf)